Rabu, 22 Februari 2012

PENGENDALIAN HAMA TANAMAN CENGKEH

 Serangan hama sangat berpengaruh terhadap hasil tanaman cengkeh, sehingga sangat diperlukan upaya pengendalian hama agar kehilangan hasil dapat ditekan. Serangan hama pada tanaman cengkeh dapat menurunkan hasil sampai 10-25%.
Beberapa hama utama pada tanaman cengkeh dan cara pengendaliannya adalah sebagai berikut :

Penggerek
 Merupakan hama utama yang paling merusak dan paling sering dijumpai menyerang tanaman cengkeh. Ada tiga kelompok hama penggerek, yaitu penggerek batang, penggerek cabang, dan penggerek ranting.

-         Penggerek batang
Larva hama menggerek batang cengkeh dan akan makan dan bertahan hidup di lubang gerekan selama 130 – 350 hari. Beberapa spesies hama penggerek batang yang sering menyerang adalah Nothopeus hemipterus Oliv., N. fasciatipennis Watt, dan Hexamitodera semivelutina Hell. N. hemipterus dan N. fasciatipennis hampir sama bentuk, perilaku maupun cara hidupnya.
Gejala Serangan
Gejala yang tampak pada pohon adalah adanya lubang-lubang berukuran 3-5 mm yang ditutupi serbuk kayu hasil gerekan. Dari dalam lubang gerekan tersebut keluar cairan kental bercampur kotoran hama. Jumlah lubang gerekan dapat mencapai 20-70 buah pohon. Tanaman yang terserang hama penggerek batang akan merana pertumbuhannya karena terganggunya aliran zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Serangan yang berat dapat mengakibatkan kematian.
Pengendalian

Cara mekanis dapat dilakukan dengan mengambil dan memusnahkan telur penggerek yang menempel pada kulit batang dan menutup lubang gerekan dengan pasak kayu.

Cara kimiawi dapat dilakukan dengan memasukkan insektisida/ racun pernapasan ke dalam lubang gerekan kemudian ditutup dengan pasak kayu. lnsektisida yang dapat digunakan adalah : Akodan 35 EC 0,5-0,15 %, Curacron 500 EC 0,1-0,2 % dan Bestox 50 EC 0,25-0,50 %.
Dapat pula menaburkan insektisida sistemik berbahan aktif carbofuran (misalnya Furadan 3 G) dengan dosis 115-150 g/pohon dan interval 3 bulan sekali.

-         Penggerek cabang
Dua jenis penggerek cabang yang banyak menyerang tanaman,cengkeh adalah Xyleborus sp., dan Ardela sp.

Gejala serangan
Pada cabang-cabang tanaman terdapat lubang-lubang gerekan berdiameter 12,5-25 mm. Lubang-lubang tersebut tertutup kotoran dan serbuk kayu sisa gerekan yang dijalin
dengan serat halus. Jumlah lubang gerekan pada setiap cabang dapat mencapai 2-3 buah. Serangan hama ini menyebabkan tanaman menjadi lemah.
Pengendalian
Pengendalian hama penggerek cabang ini dapat dilakukan dengan menusukkan kawat ke lubang gerekan sehingga serangga mati. Selain itu dapat pula dilakukan penyemprotan insektida ke dalam lubang gerekan menggunakan Akodan 35 EC 0,5-0,15%, Curacron 500 EC 0,1-0,2% dan Bestox 50 EC 0,25-0,50%.

-         Penggerek Ranting
Hama penggerek ranting yang banyak dijumpai menyerang tanaman cengkeh yaitu Coptocercus biguttatus Dinov. Serangga ini berupa kumbang berwarna hitam, sedangkan larvanya berwarna kuning kecokelatan.
Gejala serangan
Pada permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan dengan diameter kira-kira 1,8 mm. Serangan hama ini mengakibatkan daun dan  ranting meranggas. Pada umumnya menyerang tanaman yang kondisinya lemah atau tanaman yang tidak dipelihara dengan baik.
Pengendalian
Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida ke seluruh bagian tanaman. Insektisida yang dapat digunakan antara lain Akodan 35 EC 0,5-0,15%, Curacron 500 EC 0,1-0,2%, dan Bestox 50 EC 0,25-0,50%. Penyemprotan dapat diulang dengan interval 7-10 hari sekali.

Perusak pucuk
Kutu tempurung (Coccus viridis) merupakan salah satu jenis hama perusak pucuk tanaman cengkeh. Serangga berbentuk kutu kecil berwarna hijau dan umumnya terdapat dipermukaan bawah daun.
Gejala serangan
Daun yang terserang hama ini berubah warna dari hijau menjadi kuning kemudian mengering dan akhirnya gugur. Hama ini dapat menyerang tanaman muda maupun yang produktif.
Pengendalian
Pengendalian dapat dilakukan dengan memotong ranting yang terserang kemudian membakarnya. Penyemprotan dengan insektisida dapat dilakukan menggunakan Decis 2.5 EC, Marshall, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC dengan interval 7-10 hari sekali.

Perusak daun
Dua jenis hama perusak daun tanaman cengkeh yang umum dikenal adalah Anthriticus eugeniae Hergr dan Carea angulata.
• Anthriticus eugeniae
Hama ini berupa kutu berwarna hijau dan hidup dengan cara mengisap daun cengkeh. Pada umumnya hama ini aktif pada malam hari.
Gejala serangan
Pada bagian pinggir dan tengah daun terdapat bintik- bintik.
Pengendalian
Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mengurangi kelembaban di sekitar kebun melalui pemangkasan atau penebangan tanaman yang menaungi tanaman cengkeh. Selain itu dapat pula dilakukan penyemprotan terbatas pada bagian tanaman yang terserang menggunakan insektisida Marshall, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC dengan interval 7-10 hari sekali.
• Carea angulata
Hama ini berupa ulat yang hidup dengan cara memakan daun.
Gejala serangan
Pada daun cengkeh tampak bekas gigitan ulat. Serangan yang berat oleh hama ini dapat mengakibatkan tanaman menjadi gundul sehingga menurunkan produksi.
Pengendalian
Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprot daun menggunakan insektisida terutama pada saat populasi larva masih muda. lnsektisida yang dapat digunakan antara lain Decis, Marshall, Akodan 35 EC, Curacron 500 EC dan Bestox 50 EC, dengan interval penyemprotan 7-10 hari sekali.